• home » Wisata & Kuliner

Kaltara Menjadi Wisata HoB Bersama Serawak dan Sabah

02 Agustus 2016 | | 19:54:27
Kaltara Menjadi Wisata HoB Bersama Serawak dan Sabah
Newstara.com TANJUNG SELOR - Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie menjalin kerjasama dengan dua negara bagian Malaysia yakni Sabah dan Serawak, dalam program HoB (Heart of Borneo). Program tersebut menjadikan 3 wilayah seperti Kaltara, Serawak dan Sabah menjadi destinasi atau tujuan wisata lintas batas.

Gubernur Irianto Lambrie membuka acara tersebut dalam sebuah diskusi yang digelar pada 2 - 3 Agustus 2016 di Universital Kaltara Tanjung Selor. Tampak pula perwakilan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, juga dari Direktur Borneo Adventure Sarawak Robert Basiuk, WWF Malaysia Henry Chan dan Kementrian Lingkungan Hidup Ir. Arief Mahmud, M.Si.
 
Irianto Lambrie mengatakan wilayah Kaltara merupakan salah satu titik perbatasan terluas di darat dengan negara tetangga Malaysia, baik masyarakat yang berasal dari Kaltara, Serawak dan Sabah. Bahkan, kunjungan dari negara-negara tetangga ini sudfah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.

"Kerjasama ini cukup bagus, karena Kaltara akan menjadi salah satu destinasi wisata perbatasan, jadi orang-orang Sabah dan Serawak bahkan Brunei sangat direkomendasikan datang mengunjungi wisata kita, apalagi kita punya taman nasional disini yang bisa diandalkan selain tujuan wisata lainnya di Kaltara," tutur Irianto.

"HoB merupakan destinasi yang unik untuk pengembangan destinasi wisata lintas batas, inovatif, ramah lingkungan dan mengedepankan budaya atau adat di Asia Tenggara yang bisa dikunjungi oleh turis Brunei, Kalimantan, Serawak dan Sabah. Baik Indonesia khususnya Kaltara dan Malaysia sama-sama memiliki nilai tambah secara ekonomi dan sosial-budaya," ujar Arief Mahmud.

Arief mengatakan Provinsi Kaltara sendiri memiliki lahan konservasi seluas 24 juta hektar (Ha) yang ditumbuhi oleh hutan hujan tropis dan merupakan salah satu daya tarik utama di jantung pulau Kalimantan. Bahkan, di hutan ini terdapat Taman nasional Kayan mentarang yang membentang di dua wilayah Kabupaten Nunukan dan Malinau.

"Ini keuntungan bagi masyarakat dan alam, salah satunyta adalah kita bisa fokus membangun sosial-ekonomi melalui Ecotourism, saat ini kita punya asset dari Ecotourism sebesar 6 persen dari keanekaragaman hayati global, mulai dari orang utan, gajah pygmy (kerdil) atau gajah mini, macan dahan, badak, serta sekitar 15 ribu jenis tumbuhan. Selain itu kita punya suku asli Dayak (Kayan-Kenyah, Iban, Barito-Ngaju, Punan, dan lainya)," ujar Arief.

Pemerintah sendiri berkomitmen dalam melakukan Perencanaan Terpadu Green Ecotourism di HoB dan rencana aksi hingga inisiatif dalam meningkatkan jumlah kumulatif wisatawan mancanegara dari 9 Juta wisman (2014) menjadi 20 Juta wisman (2019) dan dari 250 juta wisnus (2014) menjadi 275 juta wisnus (2019).

"Target kita di Kementrian LHK hingga tahun 2019 ini jumlah kunjungan wisata ke kawasan konservasi minimal tembus 1,5 juta orang dari mancanegara dan kunjungan wisata ke kawasan konservasi minimal sebanyak 20 juta orang wisatawan nusantara selama 5 tahun," ujarnya.

Reporter : Leandy Khosasi


Komentar