Pesawat N96706 Diturunkan Paksa Sukhoi, Ternyata Pilot Berpangkat Letkol Laut dari USA

| 1120 Views
id Pesawat N96706 Diturunkan Paksa Sukhoi, Ternyata Pilot Berpangkat Letkol Laut dari USA
Pesawat N96706 Diturunkan Paksa Sukhoi, Ternyata Pilot Berpangkat Letkol Laut dari USA

www.newstara.com - TARAKAN - Pesawat type N96706 yang melintasi wilayah udara Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ternyata di kemudikan pilot satu orang yang diketahui adalah seorang tentara yang masih aktif dari Tentara Laut Riseft Amerika Serikat (AS) berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) Laut dengan nama lengkap James Patrick Murphy.

Murphy akhirnya ditahan sementara hingga ada instruksi lebih lanjut dari Mabes TNI AU di Jakarta. Sebelumnya, pesawat jenis propeller single engine ini telah terdeteksi oleh radar sekitar 800 Kilometer sebelum memasuki wilayah perbatasan ambalat bagian Utara, lalu digiring oleh dua unit pesawat Sukhoi milik TNI AU pada ketinggian 8.500 feet atau sekitar 20 hingga 30 mil dari wilayah udara Kota Tarakan untuk diturunkan di Bandara Juwata Tarakan.

Komandan Pangkalan TNI AU Tarakan, Letnan Kolonel Penerbang Tiopan Hutapea mengatakan pihaknya memerlukan surat izin terbang, dimana dokumen itu tidak bisa ditunjukkan secara fisik oleh pilot. Dan sesuai aturan maka TNI AU berhak untuk menahan sementara yang bersangkutan sambil menunggu instruksi lebih lanjut. 
(baca juga : dua sokhoi turunkan paksa pesawat asing melintasi udara tarakan)

Menurutnya, pilot merupakan salah satu tentara berpangkat Letnan Kolonel namun si pilot juga memiliki lisensi penerbangan sipil, artinya yang bersangkutan merupakan tentara cadangan yang masih aktif dan bisa diperbantukan untuk penerbangan sipil.

TNI AU sendiri juga masih melakukan investigasi berkaitan tujuan pesawat non komersil itu melintasi wilayah udara RI. Sementara, dari pengakuan pilot, James Patrick Murphy bahwa rute sebenarnya adalah dari Filipina menuju Malaysia. Namun, pertanyaannya adalah kenapa harus mengarah ke wilayah udara Kota Tarakan.

"Saat ini kita masih melakukan pendalaman, secara prosedur kita hanya menurunkan paksa, dan kita perlakukan dengan baik oleh Lanud Tarakan, setelah itu kita melapor ke Mabes TNI AU di Jakarta, untuk persoalan lain-lain itu akan di tangani pusat, karena ini merupakan antar negara, bahkan bisa menjadi urusan kepala negara," tutur Mayor Penerbang TNI AU Anton Pallaguna dari Satuan TNI AU Lanud Makassar.

Dokumen Izin terbang yang tidak dimiliki oleh James Patrick Murphy adalah Flight Clearance (FC) yang dikeluarkan oleh Mebes TNI AU, Flight Approva atau MOT dari Kementerian Perhubungan RI dan izin yang ketiga adalah kunjungan warga asing atau Ministry of Foreign Affairs (MFA) ke negara Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri. (baca juga : ini dia kronologis n96706 langgar wilayah udara ri)

Reporter: Yoko Handani


Baca Juga
Mendagri Tjahjo ke Krayan, Pemprov Rapat Persiapan Terakhir
Keluarga Korban Speed Terbalik Dapat Santunan Rp 162 Juta Dari BPJS